Archive for February, 2006

Pemerintah Biadab !!

Friday, February 17th, 2006

Hari ini, banyak surat kabar yang menjadikan kenaikan tarif PAM sebesar 8,39% di Jakarta sebagai Headline. Dua minggu sebelumnya, Detik.com menampilkan sebuah berita mengenai kenaikan tarif listrik yang mencapai 500% (lima ratus persen !!). Dua hal tersebut merupakan cerminan sebuah kebijakan pemerintah yang menurut saya benar-benar sepihak dan tidak memihak kepada masyarakat kecil. Apalagi dengan ditambahnya komentar seorang menteri "Kami, pemerintah tidak peduli dengan kenaikan yang menimpa sektor industri" ketika perwakilan KADIN melakukan penolakan terhadap rencana kenaikan listrik untuk sektor industri. Saat ini banyak masyarakat Indonesia yang masih menderita merasakan dampak kenaikan BBM yang mencapai 2 kali pada tahun 2005 kemarin. Banyak masyarakat yang telah merasakan dampak PHK dan menjadi pengangguran apalagi ditambah dengan beban hidup yang semakin meningkat sehingga menyebabkan angka kemiskinan di Indonesia semakin meningkat. Kenapa pemerintah selalu melakukan kebijakan kontroversial yang semakin memberatkan rakyat kecil? Setiap kali pertanyaan tersebut diajukan maka akan selalu keluar jawaban yang sama yaitu "Pemerintah tidak dapat menanggung beban yang terlalu besar karena sudah terjerat hutang yang banyak". Jika memang kejadiannya seperti itu maka dapat dimaklumi tetapi kenapa selalu mengambil kebijakan yang menyengsarakan masyarakat kecil, hal itulah yang harus dipertanyakan. Seharusnya pemerintah mengambil tindakan yang lebih berpihak kepada masyarakat kecil, misalnya Biaya fiskal sebesar 1 Juta ketika hendak bepergian keluar negeri sebaiknya dinaikkan menjadi 2 atau 3 juta karena kita tahu orang yang akan bepergian keluar negeri adalah orang yang mampu dan cukup kaya. Dengan demikian rakyat kecil tidak akan merasakan efek dari kenaikan fiskal tersebut. Menaikkan pajak barang mewah seperti yang terjadi beberapa tahun yang lalu ataupun bisa juga pemerintah mulai melakukan efisiensi terhadap anggaran belanja negara (gaji pejabat, gaji DPR/MPR, dll.). Itu semua merupakan contoh dari beberapa langkah kecil yang dapat dilakukan pemerintah untuk mengurangi beban hutang yang semakin menumpuk, tetapi itu semua kembali lagi pada sebuah pertanyaan "Apakah pemerintah benar-benar mau melakukan hal tersebut ?" Salah satu usaha yang dilakukan SBY yaitu melakukan efisiensi pegawai di Mahkamah Agung merupakan sebuah langkah yang cukup bagus tetapi semua hanya percuma jika dilakukan hangat-hangat tahi ayam. Jika Indonesia seperti ini terus menerus alih-alih Indonesia dapat menjadi negara maju, bukan tidak mungkin Indonesia akan masuk dalam kategori negara miskin dalam beberapa tahun mendatang. Kita sebagai masyarakat umum hanya dapat berdoa semoga Indonesia tidak seperti ini selamanya, MPR/DPR tidak ada gunanya sama sekali, hanya sibuk membahas UU Pornografi yang tidak ada juntrungnya ataupun jika tidak hanya datang, duduk, diam dan dapat duit ketika rapat MPR/DPR dilakukan !!!

Valentine’s Day…

Tuesday, February 14th, 2006

Semua orang tahu bahwa valentine yang jatuh pada tanggal 14 merupakan hari kasih sayang tetapi ada juga yang menganggap bahwa hari valentine adalah hari penipuan nasional (seperti yang tertulis di status Y!M temen saya), hal ini membuat saya berpikir apakah pada hari valentine semua orang mengeluarkan kata-kata romantis sebagai ungkapan kasih sayang kepada orang yang disayanginya atau hanya mengeluarkan kata-kata romantis sebagai pembuktian bahwa dirinya merupakan seorang penipu hebat yang mencoba menjadi romantis. Jadi ingat sendiri pengalaman pribadi ketika beberapa tahun yang lalu mencoba untuk merayakan valentine pertama kali dalam hidup (waktu itu sudah pacaran namun sekarang sudah menjadi mantan pacar), ketika membeli bunga di sebuah toko, seorang ibu separuh baya memberikan seikat bunga yang saya beli sambil mengatakan "Sukses ya untuk pendekatannya.." yang menjadikan saya berpikir apakah hari valentine adalah hari untuk melakukan pendekatan yang lebih intensif kepada gebetan sehingga ibu itu berpikir bahwa orang yang beli bunga di tokonya adalah orang yang pasti sedang melakukan pendekatan. Banyak pertanyaan yang melintas di kepala saya mengenai valentine ini sehingga menyebabkan saya sering berpikir sendiri..Kenapa valentine selalu identik dengan bunga, coklat, boneka, atau perhiasan? Kenapa valentine selalu identik dengan Candle Light Dinner? Kenapa valentine merupakan saat yang tepat untuk melontarkan segala rayuan gombal kepada orang yang kita cintai? dan masih banyak kenapa-kenapa lain lagi yang berputar di otak saya. Mungkin hal itulah yang menyebabkan saya sampai sekarang masih menjadi jomblo karena tidak memahami pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan romantisme valentine..Tapi yah..valentine tidak hanya merupakan hari kasih sayang kepada pacar atau gebetan kita saja, valentine merupakan hari kasih sayang kepada semua orang yang ada di lingkungan kita termasuk musuh kita, semoga dengan moment valentine saat yang tepat pula untuk membagikan kasih dengan memaafkan semua kesalahannya. Dan cukup senang juga karena pada hari ini ada teman saya yang membagi-bagikan coklat yang dibikin olehnya kepada saya maupun teman yang lain serta makan malam bersama teman-teman dekat. Semoga setiap hari adalah hari valentine sehingga setiap orang saling membagikan kasih kepada sesamanya, bukankah dunia akan menjadi terlihat indah dengan adanya kasih kepada sesama? (mode ngemengabiz : on)

N.B : maaf klo tulisan saya masih terlihat acak kadul penulisannya, maklum masih cupu..tolong diberi komentar ya..